Selasa 21 september 2011, Tepatnya jam 1.30 CUPK dapat kunjungan dari Dinas Koperasi Provinsi Bali rombongan berasal dari berbagai perwakilan koperasi di bali. “Kunjungan Tahunan Kali ini kami prioritaskan Ke Kalbar( dan salah satunya berkunjung ke CU Pancur Kasih), ucap salah satu dari rombongan. Rombongan Dari dinas koperasi Prov. Bali sekitar 30 orang, disambut langsung oleh 3 orang perwakilan pengurus dan 5 orang dari top manajemen CUPK. Pertemuan Yang berlangsung selama 1 jam dimulai dengan presentasi mengenai Sejarah dan Perkembangan CUPK yang presentasikan oleh Sekretaris Pengurus Bpk. Gabriel Marto, S.Pd dan Bendahara Ibu Yunita Semestiana, SP. Kemudian di lanjutkan dengan Tanya Jawab, Acara di tutup dengan Serah terima souvenir.
PENGAWASAN INTERNAL BEGITU PENTING!

Dalam konteks Retail Risk Management, aspek pengawasan memegang peran penting dalam menegakkan peraturan perusahaan dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Tak jarang, karena pengaruh budaya “pakewuh”, sungkan, hutang budi di masa lalu, seniorioritas, maka pengawasan internal jadi tak berjalan efektif.
7 aspek penting tersebut diantaranya:
1. Petugas pengawas yang berkualifikasi dan di-upgrade pengetahuan dan keterampilannya setiap tahun dengan berbagai pelatihan yang mendukung.
2. Pembaharuan Peraturan (peraturan perusahaan, code of conduct, kode etik) secara periodik. Jauh lebih baik bila di-review dua tahun sekali.
3. Struktur yang independen. Antara lain langsung melaporkan segala temuan ke pimpinan tertinggi organisasi.
4. Mutasi / rolling bagi petugas pemeriksa (semisal Petugas Internal Audit Cabang, Pengawas Internal Cabang, Loss Prevention Regional) maksimal 4 tahun sekali.
5. Mekanisme pelaporan yang apik, efisien dan efektif, antara lain dengan menggunakan teknologi informasi yang dapat diakses oleh bagian Intenal Audit, Risk Management, Hubungan Industrial, Direktur Risk Management dan Audit Comitee.
6. Adanya perencanaan pengawasan per bulan secara spesifik dan pelaporan per 3 bulan kepada Board of Director / Komisaris.
7. Performance Appraisal yang mana aspeknya harus relevan sebagai bagian organiasasi yang berfungsi pencegah, mengawasi dan memberikan solusi pada setiap masalah. Antara lain, tidak membobotkan aspek penilaian kinerja pengawass hanya pada aspek kecilnya nilai kerugian, tapi harus juga pada aspek berapa banyak aspek pencegahan yang dapat dideteksi, seberapa cepat masalah diselesaikan, dan service level pengawasan operasionalnya.
Menurut saya Sudah saatnya Credit Union / Koperasi Kredit punya divisi pengawasan Internal. Kalau Tidak dimulai saat ini kapan Lagi????APBK
Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga
by:Admin
Uang Bukan Segalanya Namun Jika Anda tidak bisa mengatur keuangan maka uang akan jadi sumber Malapetaka. Mungkin Anda Pernah mendengar atau mungkin anda pernah mengelami. Mis: ada orang yang baru gajian, namun belum juga datang akhir bulan di rekening sudah kosong / sudah tidak ada saldo. Dan tidak tahu kemana uang tersebut atau digunakan serta untuk post apa saja juga tidak tahu. Ini teradi karena tidak ada pencatatan dan post- pengeluaran yang tidak terencana dengan baik.
Itu Mungkin Cerita Dulu Sebelum anda Mengenal Credit Union Pancur Kasih heeeee.!
Mungkin Sekarang ceritanya berbeda karena Anda sudah bergabung dengan CU Pancur Kasih dan pernah belajar membuat APBK(Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga).
Apa Itu APBK?
Anggaran Pendapatan dan Belanja Keluarga merupakan suatu rencana keuangan di masa akan datang dalam periode tertentu yang menggambarkan alokasi income (penghasilan) yang diperoleh oleh suatu keluarga atau seseorang untuk membiayai belanja-belanja yang diperlukan dalam periode yang sama.
Apa manfaat membuat APBK?
Anda bisa Menentukan target pendapatan dan pengeluaran keluarga, Bisa Mengendalikan keinginan membelanjakan uang untuk pos-pos unbudgeted, sehingga mampu menekan pemborosan keuangan keluarga, Mengetahui sejauh mana realisasi dari APBK tersebut, Meningkatkan semangat untuk memenuhi realisasi sumber-sumber pendapatan yang telah ditetapkan dalam budget.
Apa Tujuan APBK?
Tujuan APBK Memberikan arah pada perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang baik memiliki ciri sebagai berikut: realistis, spesifik dan terukur.
APBK materi penting pada Pendidikan Dasar CU
APBK merupakan salah satu materi penting yang disampaikan fasilitator ketika memberikan pelatihan/pendidikan CU. Tujuan diberikannya APBK agar anggota CU cerdas merencanakan, mengelola keuangan Keluarga. Anggota CU diharap mampu merencanakan sebelumnya anggaran yang dikeluarkan dari Total pendapatan/ penghasilan Suami/Istri. Selain Tujuan diatas Anggota CU juga diharap selalu mengutamakan menabung minimal 10% dari penghasilan.
Semoga Keuangan Keluarga Anggota Credit Union semakin baik.
Raup 110 Juta Rupiah, Berkat Kotoran Sapi
Kotoran sapi tidak hanya bermanfaat sebagai bahan baku utama kompos, tetapi bisa juga menjadi bahan baku pembuatan gerabah, batu bata, dan kerajinan tangan. Syammahfuz Chazali sudah membuktikan dan menjadi tambang emasnya. Ia meraup omzet Rp 110 juta per bulan.Siapa yang tidak jijik melihat kotoran sapi? Tapi, tak banyak orang menyangka, kotoran ini punya banyak manfaat. Tidak hanya sebagai bahan baku pupuk kompos, tapi juga aneka kerajinan tangan dan batu bata.
Di tangan Syammahfuz Chazali, kotoran sapi bisa menjelma menjadi perkakas rumah tangga, batu bata, dan bermacam kerajinan tangan atau handicraft.
Melalui PT Faerumnesia 7G, Syam, panggilan akrab Syammahfuz Chazali, saban bulan memproduksi 75 hingga 100 gerabah, 500 batu bata, dan ratusan jenis kerajinan tangan, seperti lampu aladin, vas bunga, guci, serta tempat makan. Harga gerabah dan kerajinan tangan mulai Rp 100.000 hingga Rp 750.000 per item. Ia pun sanggup meraih omzet Rp 110 juta per bulan.
Atas prestasinya mengembangkan usaha dengan bahan baku kotoran sapi, pria 26 tahun ini menyabet juara satu Social Venture Competition tingkat dunia di Universitas Berkeley, Amerika Serikat, tahun 2009 lalu.
Prestasi ini sangat membanggakan. Selama 10 tahun ajang itu digelar, belum pernah ada tim perguruan tinggi dari luar negeri Paman Sam yang sukses menggondol juara pertama dan berhak atas uang sebesar 25.000 dollar AS.
Syam yang lulusan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada mulai menekuni bisnis berbasis kotoran sapi sejak 2006. Awalnya, dia sekadar ingin mengikuti perlombaan kreativitas di kampusnya. Apalagi, ia melihat kotoran sapi selama ini belum terkelola dengan baik.
Padahal, banyak peternakan yang berada di daerah pemukiman yang limbahnya tidak terkelola dengan benar. Tentu saja, ini akan menjadi sumber pencemaran lingkungan berupa bau tak sedap yang dapat mengundang lalat yang kemudian akan menyebarkan kotoran tersebut.
Selain pencemaran udara, kotoran sapi juga bisa menimbulkan pencemaran air. Soalnya, banyak kotoran sapi yang dibuang begitu saja ke sungai oleh para peternak. Lagi-lagi, tentu saja, pencemaran tersebut bisa menimbulkan beragam penyakit.
Berangkat dari situ, Syam kemudian mencari tahu lebih banyak mengenai kandungan kotoran sapi melalui pelbagai literatur. Akhirnya, ia menemukan, dalam setiap 1 kilogram kotoran sapi terdapat kandungan silika sebesar 9,6 persen. Silika merupakan suatu senyawa yang bisa diolah menjadi bahan baku untuk gerabah dan batu bata.
Syam pun berkonsultasi dengan para dosennya dan pihak-pihak lain yang berkecimpung di dunia pengolahan limbah hewan mengenai kelanjutan bisnis berbasis kotoran sapi. "Waktu itu, tidak sedikit yang meragukan peluang bisnis ini," ungkap Syam.
Beragam eksperimen ia lakukan. Dengan kegigihan dan konsistensinya, usaha Syam mulai berbuah hasil. Bahkan, banyak orang menilai, produk batu bata dan gerabah buatannya lebih halus, ringan, dan kuat.
Proses pembuatannya juga tidak begitu rumit. Kotoran sapi cukup dicampur dengan tanah keras dan ditambahkan formula bio-aktivasi berupa faerumnesia. Kemudian, biarkan selama dua sampai tiga minggu hingga berbentuk seperti tanah liat.
Fungsi formula faerumnesia adalah meningkatkan kadar silika dalam kotoran sapi sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku. Formula ini juga berfungsi untuk menghilangkan aroma tidak sedap dari kotoran sapi tersebut.
Setelah berbentuk tanah liat, bahan ini bebas dibentuk sesuai keinginan. Apakah mau dibentuk batu bata, gerabah, maupun kerajinan tangan. "Satu ton limbah sapi bisa untuk membuat 500-900 batu bata," kata Syam.
Prosesnya juga sama dengan pembuatan gerabah pada umumnya, mulai dari pembentukan, penjemuran, pembakaran, hingga penyempurnaan. Begitu juga waktu yang diperlukan dari proses pembentukan, penjemuran, pembakaran hingga penyempurnaan, juga sama, hanya satu setengah bulan.
Menurut Syam, bahan baku dari olahan kotoran sapi mampu bertahan pada suhu 1.000 derajat celsius.
Saat ini, Syam sudah memasok produk gerabah, batu bata, dan kerajinan bikinannya hampir ke seluruh Indonesia. Untuk kerajinan tangan, permintaan paling banyak dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kebanyakan pembeli mencari sebagai pajangan di dalam rumah atau untuk suvenir. "Untuk produk lampu aladin, artis Dorce dan Wulan Guritno merupakan konsumen kami," ujar Syam bangga.
Produk kerajinan tangan buatan Syam siap menembus pasar ekspor. Akhir 2010 lalu, ada pengusaha asal Belanda yang tertarik untuk bekerja sama. Pengusaha ini menyatakan, olahan kotoran sapi juga bisa sebagai isolator sehingga tahan untuk empat musim.
Syam sudah mulai mengirimkan beberapa produknya ke negeri kincir angin tersebut sebagai sampel. Jika kerja sama tersebut berjalan lancar, ia akan mulai secara rutin mengekspor produknya dalam jumlah besar.
Dengan meningkatkan promosi dan pemberian informasi yang benar kepada masyarakat luas, Syam yakin bisnis berbasis kotoran sapi ini akan terus memberikan keuntungan. Prinsip utamanya adalah mengubah masalah menjadi sebuah keuntungan. "Sambil mengurangi limbah, kita juga bisa meraih keuntungan yang menjanjikan," ujarnya.
Promosi menjadi penting lantaran satu-satunya hambatan para konsumen adalah mereka masih ragu dengan aroma yang tidak sedap yang akan muncul dari produk-produk berbahan baku kotoran sapi.
Padahal, seluruh pelanggan produk-produk buatan Sam sudah tegas-tegas menyatakan, hasil olahan limbah sapi itu benar-benar sudah terbebas dari bau tak sedap. Toh, masih ada orang yang ragu dan tidak percaya.
Kini, selain aktif mempromosikan melalui internet, Syam juga kerap ikut pameran skala nasional maupun internasional. Syam bahkan sudah mempromosikan produk-produknya di China dan Australia.
Sumber : Kompas.com
Mengenal Istilah Simpanan dan Pengelolaan Keuangan di Credit Union
Fungsi Asset Liability Management pada Credit Union adalah untuk mengukur dan mengendalikan tiga tingkat resiko keuangan: Risiko Suku Bunga (perbedaan harga antara kredit dan deposito), Risiko Kredit (kemungkinan default), dan Risiko Likuiditas (terjadi pada saat kredit dan deposito mempunyai jatuh tempo yang berbeda).
Simpanan Wajib (Compulsory Savings).
Pembayaran Simpanan Wajib biasanya diperlukan sebagai syarat untuk keanggotaan/kepemilikan, dalam sebuah Credit Union/kopdit atau sebagai bagian dari persyaratan pinjaman .Simpanan wajib adalah simpanan yang harus dipenuhi oleh setiap anggota Walaupun dalam kebijakan setiap kopdit/credit union kebijakannya berbeda: ada yang langsung disetorkan sekaligus ada juga yang disetorkan perbulan.
Simpanan wajib di CU Pancur Kasih sampai saat ini masih 10.000 perbulan, dan biasanya ditetapkan dalam RAT.
Kontrak Simpanan(Programmed Savings)
Simpanan dimana anggota berkomitmen untuk secara teratur menyimpan jumlah yang tetap untuk jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Setelah tanggal jatuh tempo, anggota dapat menarik seluruh jumlah ditambah balas jasa simpanan/bunga yang diperoleh. Penarikan awal dilarang atau didenda. Kontrak produk membantu deposan menghimpun dana untuk memenuhi kebutuhan spesifik yang diharapkan, seperti biaya yang terkait dengan sekolah , bisnis baru, pembelian peralatan, atau rumah baru. Mereka juga membantu lembaga-lembaga keuangan yang lebih baik memprediksi volume dan waktu deposito dan penarikan.
Manajemen resiko(Risk Management)
Manajemen Risiko - Sebuah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengelola risiko usaha dalam sebuah Lembaga
(By Admin)
Bersambung…..












