INVESTASI

Rencana keuangan akan membantu Anda mewujudkan rencana Anda untuk menabung dan berinvestasi.

PENDIDIKAN

Persiapkan Dana Pendidikan Anak-anak anda dari Awal.

Sukses Itu Sulit

Sukses Itu Sulit, Namun Lebih Sulit Lagi Kalau Tidak Sukses

Perlu Perencanaan

Rencana keuangan bisa Anda gunakan sebagai alat analisis, dan juga peta keuangan.

UANG

Uang Bisa Pergi Kapan Saja iika Anda tidak Bisa Mengelolanya dengan baik.

Microfinance Award dari Kementrian Koperasi

Rabu, 16 November 2011, merupakan hari yang sangat membanggakan dan menggembirakan khususnya bagi aktivis dan anggota dimana Credit Union Pancur Kasih Masuk sebagai nominator dan Sebagai Pemenang untuk Nominasi Kategori “Paling Besar Pemupukan Modal Sendirinya” dalam acara “Microfinance Award 2011-KSP KJK”. yang diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi. Acara tersebut dihadiri Oleh Dra. Norberta Yati L (Ketua CUPK), Marselinus Engkolon, SE(CEO) dan Domitius, SH,MH(CHRDO). Semoga ini bukanlah akhir melainkan awal dari perubahan menuju Credit Union yang lebih baik. Tentunya para karyawan/staf untuk lebih baik lagi dalam mengelola atau dalam memberikan pelayanan kepada anggota.

Dan Bagi Anggota/ Masyarakat tentunya semakin menumbuhkan tingkat kepercayaannya kepada Credit Union Pancur Kasih dan turut berpartisipasi dalam pengelolaan Credit Union tercinta sehingga CUPK terus tumbuh dan berkembang dan tetap menjadi pilihan masyarakat.
Selamat …………………..(Oleh : Budi 2011)

Manager Kompeten

Oleh : Budi 2011
Sebanyak 22 manager dari Credit Union Pancur Kasih ikut Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Jakarta di hotel Merpati Pontianak, panitia dari pelatihan dan uji kompetensi tersebut dari Puskopdit Borneo bekerjasama dengan Inkopdit. Sejak  7 s.d 11 Manager di beri Pembekalan yang di fasilitasi oleh Inkopdit dan 12 s/d 14 Manager melakukan Uji Kompetensi Tertulis, Praktek dan Wawancara.  Dalam Test wawancara manager juga diminta untuk menunjukkan  portofolio atau bukti pekerjaan.  Berberapa Kesan manager yang saya tanayakan mengenai Pelatihan dan Uji Kompetensi  ini pada umumnya mereka menyatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan tentunya sangat bermanfaat , hanya menunggu implementasinya / penerapannya saja sekembalinya ke tempat pelayanan masing-masing.
Beberapa Tujuan mengapa diadakannya pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi bagi SDM pengelola Koperasi Kredit (Credit Union), adalah sebagai berikut: 


  1. Meningkatkan kualitas manager melalui transformasi pengetahuan dan keterampilan yang didukung sikap kerja yang professional.
  2. Meningkatkan kinerja manager dalam mengelola Koperasi Kredit (Credit Union) berdasarkan standar kompetensi kerja nasional.
  3. Menghantarkan peserta diklat mengikuti uji kompetensi untuk menjadi pengelola Koperasi Kredit (Credit Union) yang bersertifikat kompeten.
Ada 11unit kompetensi yang diujikan diantaranya:
  1. Melakukan Prinsip-Prinsip Pengelolaan Organisasi dan Manajemen Koperasi Kredit (Credit Union).
  2. Menyusun Perencanaan Strategis
  3. Memberikan Motivasi
  4. Melaksanakan Pengendalian Intern
  5.  Melakukan Kontrak Pinjaman/Pembiayaan dan Pengikatan Agunan
  6. Menilai Tingkat Kesehatan
  7. Menganalisa Program Kerja Anggaran Pendapatan dan Biaya
  8.  Mengamankan Aset dan Infrastuktur
  9.  Melakukan Kemitraan
  10. Melakukan Negoisasi
  11. Menyajikan Presentasi
Membiasakan Yang Benar Bukan Mebenarkan Yang Biasa
Sebagai seorang Manager KJK / Kopdit, ada tiga unsur penting yang harus  dimiliki oleh Seorang Manager. Pertama adalah Skill.  Sebagai manager tentu sudah tidak diragukan lagi dalam hal keterampilan atau keahlian, selagi manager KJK/Kopdit, tersebut mau belajar  untuk meningkatkan Keterampilan. Kedua Knowledge (Ilmu Pengetahuan).  Sebagai pengelola tentu informasi ataupun ilmu pengetahuan harus selalu diupdate. Dan yang ketiga adalah Attitude. Sebagai seorang manager harus bisa menjaga sikap, tentunya bagaimana menjaga sikap yang baik sebagai seorang pengeola kopdit, dan juga bisa tetap terus menjaga citra baik lembaga melalui kepemimpinannya.
Semoga setelah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi ini para manager kopdit mulai membiasakan yang bernar, bukan membenarkan yang biasa… semoga menjadi manager kompeten.!

Jatiku

JATIKU, adalah sebuah nama yang diberikan untuk BULETIN bulanan Credit Union Pancur Kasih diawal berdirinya, JATIKU merupakan bahasa yang berasal dari sub suku dayak Kanayatn. JATIKU kalau diartikan dalam bahasa indonesia berarti 'Menurut Kata Hatiku'.  Nama JATIKU adalah usulan dari anggota CUPK yang bernama Irens Gedo Gama.  Dimaksudkan memberi usulan nama tersebut agar dalam mengawal perjalanan credit union hendaknya aktivis CU dalam pelayanannya sungguh-sungguh berasal dari hati dengan kata lain tulus dan iklas.
 
Untuk mewujudkan  CUPK Pelayan Investasi Sejati, hendaknya selalu melayani dengan hati.
 
 
 

Kunjungan dari Dinas Koperasi Bali ke CUPK

Selasa 21 september 2011, Tepatnya jam 1.30 CUPK dapat kunjungan dari Dinas Koperasi Provinsi Bali rombongan berasal dari berbagai perwakilan koperasi di bali. “Kunjungan Tahunan Kali ini kami prioritaskan Ke Kalbar( dan salah satunya berkunjung ke CU Pancur Kasih), ucap salah satu dari rombongan. Rombongan Dari dinas koperasi Prov. Bali sekitar 30 orang, disambut langsung oleh 3 orang perwakilan pengurus dan 5 orang dari top manajemen CUPK. Pertemuan Yang berlangsung selama 1 jam dimulai dengan presentasi mengenai Sejarah dan Perkembangan CUPK yang presentasikan oleh Sekretaris Pengurus Bpk. Gabriel Marto, S.Pd dan Bendahara Ibu Yunita Semestiana, SP. Kemudian di lanjutkan dengan Tanya Jawab, Acara di tutup dengan Serah terima souvenir.


PENGAWASAN INTERNAL BEGITU PENTING!


Dalam Mewujudkan Tata Kelola Koperasi Kredit, Peran Pengawasan Internal begitu Penting. Pemeriksaan dan pengawasan seharusnya setiap saat, sehingga jika ada temuan kasus dapat dievaluasi lebih awal.

Menurut Artikel Internal AuditIndonesia(internalauditindonesia.wordpress.com ) ada 7 Aspek Penting Pengawasan Internal.

Dalam konteks Retail Risk Management, aspek pengawasan memegang peran penting dalam menegakkan peraturan perusahaan dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Tak jarang, karena pengaruh budaya “pakewuh”, sungkan, hutang budi di masa lalu, seniorioritas, maka pengawasan internal jadi tak berjalan efektif.

7 aspek penting tersebut diantaranya:

1. Petugas pengawas yang berkualifikasi dan di-upgrade pengetahuan dan keterampilannya setiap tahun dengan berbagai pelatihan yang mendukung.

2. Pembaharuan Peraturan (peraturan perusahaan, code of conduct, kode etik) secara periodik. Jauh lebih baik bila di-review dua tahun sekali.

3. Struktur yang independen. Antara lain langsung melaporkan segala temuan ke pimpinan tertinggi organisasi.

4. Mutasi / rolling bagi petugas pemeriksa (semisal Petugas Internal Audit Cabang, Pengawas Internal Cabang, Loss Prevention Regional) maksimal 4 tahun sekali.

5. Mekanisme pelaporan yang apik, efisien dan efektif, antara lain dengan menggunakan teknologi informasi yang dapat diakses oleh bagian Intenal Audit, Risk Management, Hubungan Industrial, Direktur Risk Management dan Audit Comitee.

6. Adanya perencanaan pengawasan per bulan secara spesifik dan pelaporan per 3 bulan kepada Board of Director / Komisaris.

7. Performance Appraisal yang mana aspeknya harus relevan sebagai bagian organiasasi yang berfungsi pencegah, mengawasi dan memberikan solusi pada setiap masalah. Antara lain, tidak membobotkan aspek penilaian kinerja pengawass hanya pada aspek kecilnya nilai kerugian, tapi harus juga pada aspek berapa banyak aspek pencegahan yang dapat dideteksi, seberapa cepat masalah diselesaikan, dan service level pengawasan operasionalnya.

Menurut saya Sudah saatnya Credit Union / Koperasi Kredit punya divisi pengawasan Internal. Kalau Tidak dimulai saat ini kapan Lagi????